Gemar Makan Rumput, Hiu Ini Buat Ilmuwan Kebingungan

Hiu-hiu ini tampaknya menelan bulat-bulat istilah “makan seperti kuda”. Para ilmuwan telah menemukan bahwa beberapa hiu memakan lamun dalam jumlah besar, sebagai bagian penting dari makanan mereka. Namun, para ahli tidak mengerti mengapa hewan tersebut justru menyimpang dari kebiasaan makanan karnivora mereka.

Penelitian baru telah menunjukkan bahwa lamun dapat menyusun lebih dari 50 persen makanan hiu Bonnethead (Sphyrna tiburo). Hiu kecil berkepala sekop itu merupakan kerabat hiu martil yang lebih terkenal.

Hiu kepala martil besar—yang dianggap membahayakan oleh IUCN Red List—sembilan yang terbesar dari spesies hiu martil. (Brian Skerry/National Geographic Creative)
Ada kemungkinan bahwa hiu tersebut hanya kebetulan mengunyah lamun saat mereka sedang memakan mangsa lainnya, ujar Samantha Leigh, seorang kandidat Ph.D di University of California, Irvine dan seorang penjelalah National Geographic.

“Bahkan, jika itu kebetulan, rumput itu berjumlah besar. Jadi, bagaimanapun, mereka harus mampu memprosesnya”, ujar Leigh.

Leigh melakukan analisis kandungan gizi yang menunjukkan bahwa hiu Bonnethead mencerna 56 persen zat organik yang terdapat pada lamun, setara dengan penyu muda.

Hiu gergaji Tasmania termasuk ke dalam kelompok hiu yang dikenal dengan moncong mereka yang mematikan. (David Doubilet/National Geographic Creative)
Namun, untuk dapat dianggap sebagai omivora yang sebenarnya, seekor binatang harus memperoleh nilai gizi atau energi dari tumbuhan yang mereka makan. Tanpa mengetahui mengapa Bonnethead memakan lamun, sulit untuk mengetahui apakah kebiasaan ini mempunyai tujuan tertentu, kata Leigh, yang mempelajari perilaku pencernaan ikan hiu.

“Kemungkinan besar, mereka mempunyai semacam mikrobioma yang hidup di usus mereka yang memproduksi beberapa enzim yang mereka butuhkan, yang menguraikan bahan tumbuhan ini. Materi ini biasa kita temukan pada spesies omnivora, khususnya herbivora,” jelasnya.

Di samping itu, para peneliti menemukan hiu Bonnethead yang lebih muda memiliki lebih banyak lamun di perut mereka ketimbang individu dewasa. Hal itu menunjukkan adanya kemajuan tingkat pembelajaran hiu saat dewasa, bagaimana melahap mangsa tanpa memakan lamun sekaligus,” kata Dana Bethea, ahli ekologi penelitian NOAA Fisheries di Florida.

“Ada banyak pembelajaran pengendalian mangsa yang berlangsung saat muda, sampai mereka menjadi lebih besar dan menempatkan mulut di sekitar apa yang akan mereka makan,” ia mengungkapkan.

Tim riset Bethea berhipotesis dalam penelitiannya tahun 2007 lalu, bahwa lamun yang ditemukan di dalam perut Bonnethead hanyalah hasil menangkap mangsa yang insidental. “Begitulah cara kami berpikir mengenai tumbuhan yang ada di perut mereka”, ujar Bethea. “Kami tidak berpikir bahwa mereka memakan sayur mayur di luar sana.”

Daftar hewan terancam punah IUCN mencantumkan semua spesies hiu martil sebagai spesies yang berbahaya, terancam, dan rentan, kecuali Bonnethead yang terdaftar sebagai spesies yang paling kurang diperhatikan.

Leigh berpikir ini adalah sebuah “kemungkinan pasti” bahwa hal ini dapat dikaitkan dengan makanan unik mereka, meskipun Bethea tidak sependapat. “Tampaknya, mereka melakukan diet rumput laut dengan sangat baik,” pungkas Leigh.

Semak gigi hiu putih besar telah memberikan banyak mimpi buruk bagi para pengunjung pantai. (David Doubilet/National Geographic Creative)

Comments

Popular posts from this blog

Sebesar Dinosaurus, Penemuan Burung Gajah Terbesar dari Madagaskar

Tak Disangka, Kura-Kura Purba Ternyata Bertahan dari Hantaman Asteroid

Hiu Goblin dari teluk Tokyo